Anggur tergolong tanaman subtropis, karena berasal dari negeri dengan 4 musim. Tetapi, kini anggur terbukti dapat dibudidayakan di negara tropis, dengan hasil yang juga sangat baik. 

Jika perawatan dan pemupukannya baik, anggur bisa berumur sangat panjang, puluhan bahkan ratusan tahun. Artinya, jika menanam sekarang, maka bisa diwariskan kepada anak cucu. ☺️ Tak perlu lahan luas, ditanam di dalam pot pun jadi.
 
Memakai bibit hasil grafting, tanaman anggur dapat mulai berbunga dan berbuah pada umur 3-7 bulan setelah tanam. Kuncinya ada di perawatan. Kalau wadah tanamnya cukup besar, satu pohon bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan dompol (tangkai) buah. Kiranya cukup untuk memasok kebutuhan buah anggur, yang masih dianggap buah "sultan" oleh sebagian besar orang, karena harganya yang tidak murah.
 
Memilih Bibit 
 Pilihlah bibit yang valid jenisnya agar jenis tanaman bisa teridentifikasi dengan jelas. Pilih juga yang sudah berumur minimal 4 bulan atau tinggi tanaman sekitar 50-60 cm agar sudah cukup kuat untuk survive saat ditanam. Beli bibit anggur yang valid dan berkualitas di =» SINI
 
Banyak penjual bibit anggur di toko online, namun untuk kevalidan dan kualitas bibitnya, mungkin perlu pengecekan. Oleh karena itu, akan lebih baik, jika pembelian benih dilakukan langsung ke penangkar atau pembibit anggur. Biasanya, para pembibit anggur, memang memiliki tanaman anggur yang valid dan sudah berbuah.

Menanam di dalam Pot
Tanaman anggur dapat ditanam di dalam pot. Semakin besar ukuran potnya, akan semakin besar peluang untuk berbuah banyak. Karena itu, pilihlah pot yang kapasitasnya minimal 60 liter agar anggur berbuah maksimal.

Media Tanam
Kriteria media tanam anggur yang paling utama adalah porous atau gembur. Hal itu karena, anggur dengan hasil grafting berakar serabut. Akar akan lebih dominan menyebar secara horizontal, sehingga kegemburan media tanam sangat diperlukan.

Campuran media tanam untuk anggur bisa bermacam-macam, salah satunya sebagai berikut: tanah (1 bagian)+arang sekam (1-2 bagian)+pupuk kandang matang (1 bagian)+segenggam kapur dolomit untuk menetralkan PH tanah. 

Pestisida
Hama yang paling dominan pada tanaman anggur adalah jamur yang menyerang daun serta batang. Perawatan dengan pestisida penting dilakukan jika anggur ditanam tanpa naungan.  Bagi para penanam organik, dapat gunakan JADAM SULFUR untuk menghambat pertumbuhan jamur.

Nah, demikian sekilas tentang menanam anggur di dalam pot. Semoga menginspirasi Anda.