Cara Menanam Labu Madu (Butternut Pumpkin/Butternut Squash)

Labu madu atau butternut pumpkin  tergolong tidak terlalu dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bangsa labu-labuan ini kalah populer dibandingkan labu parang atau labu kuning besar.  Tetapi, kualitas nutrisinya ternyata tak kalah bagusnya. Labu madu mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin A, C, E, potasium, magnesium, folat, dll. Daerah penghasil labu madu di Indonesia di antaranya Kediri dan Malang. Jika di daerah Anda belum ditemukan labu madu, tak ada salahnya mencoba menanam sendiri. 

Benih

Labu madu ditanam dari biji. Bentuk bijinya tak jauh beda dengan biji labu kuning besar ataupun labu parang. Untuk mendapatkan benihnya, silakan klik di SINI. Anda akan terhubung ke nomor WA. 

Langkah-Langkah Menanam

1. Siapkan media tanam berkualitas baik, berupa campuran tanah subur, pupuk kandang matang (sudah dismpan selama sebulan atau sudah terfermentasi), serta sekam mentah atau arang sekam jika akan menanam di dalam pot atau polybag.

2. Sangat dianjurkan untuk melakukan penyemaian biji terlebih dahulu di dalam pot kecil sebelum bibit nanti ditanam di tempat tetapnya. Caranya, tuangkan media tanam ke dalam pot kecil, masukkan biji, lalu tutup kembali biji dengan media tanam, dan kemudian siram.

3. Setelah labu tumbuh berdaun dua atau empat, bibit dapat dipindahkan ke wadah tanam tetapnya atau ke lahan.

4. Berikan pupuk kandang pada media tanam/lahan sebelum bibit labu ditanam. Siram dua kali sehari jika hujan tidak turun.

 

 

Hama Labu Madu

Hama yang paling dominan bisa menyerang labu madu adalah bekicot dan siput. Bekicot tak hanya menyukai buah muda namun juga batang dan daun muda labu. Batang dan sulur yang sudah panjang bisa tiba-tiba layu karena salah satu ruas sudah diputus oleh bekicot. 

Oleh karena itu, sebelum menanam sebaiknya kita bersihkan dulu lahan dari bekicot dengan cara menangkapinya lalu berikan kepada para peternak itik sebagai pakan ternaknya. Langkah ini juga perlu terus dilakukan selama masa pertumbuhan labu. Keganasan bekicot bisa membuat kita gagal bukan hanya saat memanen buah, namun sebelum tanaman sempat berbunga. 

Perawatan Bunga

Bunga betina dan bunga jantan pada labu madu tumbuh terpisah. Bunga betina dapat ditandai dari adanya bakal buah pada pangkal bunga. Silakan melihat foto di bawah ini untuk melihat bentuknya.


 Sebaliknya, bunga jantan tidak memiliki bakal buah. Fotonya dapat dilihat di bawah ini.


Adakalanya, bunga betina tidak berhasil menjadi buah karena tidak adanya bantuan serangga untuk memindahkan serbuk sari pada bunga jantan ke bunga betina. Oleh karena itu, kita dapat melakukan intervensi dengan membantu penyerbukan bunga jantan ke bunga betina. Caranya, ambil serbuk sari dari bunga jantan dengan jari telunjuk, lalu oleskan ke bagian putik bunga betina.

Jika penyerbukan berhasil, bunga betina akan tumbuh membesar menjadi labu. Dan jika penyerbukan gagal, si bakal buah akan mengkerut lalu jatuh setelah beberapa hari.

Perawatan Tanaman

Agar tanaman labu tumbuh  subur, kita harus pastikan media tanam benar-benar mengandung nutrisi yang optimal. Terutama jika kita menanam labu di dalam pot, usahakan diameter pot lebih besar dari 60 cm, agar bisa memuat banyak media tanam.

Selain pupuk dasar berupa pupuk kandang pada awal menanam, kita juga perlu memberikan pupuk tambahan berupa pupuk cair, kompos, ataupun tambahan pupuk kandang, agar tanaman memiliki nutrisi untuk menghasilkan bunga dan buah.

Jika kita menanam langsung di lahan, kebutuhan pupuk tambahan bisa dikecualikan jika tanah tempat tumbuhnya kita yakini subur. Namun, penambahan pupuk kandang tetap dapat dilakukan jika menginginkan hasil yang lebih bagus lagi.

Membuat Para-Para

Jika diperlukan, labu madu juga bisa dirambatkan di atas para-para yang terbuat dari bambu maupun kawat. Akan tetapi, hal itu tidak wajib, karena bisa juga labu madu dibiarkan merambat di atas permukaan tanah.

Panen

Masa panen biasanya akan berlangsung setelah 75-90 hari setelah tanam. Buah labu madu dapat dipanen selagi muda maupun sesudah tua. Labu madu yang dipanen dalam usia muda, warna buahnya masih hijau dan teksturnya tidak pulen setelah dimasak. Biasanya labu muda dimasak sebagai sayur. Adapun setelah tua, buah akan berwarna kekuningan atau oranye pudar, mirip dengan labu besar yang sudah tua. 


Nah, mudah bukan menanam dan merawat labu madu. Selamat mencoba.

 





Post a Comment

0 Comments